The News
Resources Development Centre PDF Cetak Email
Ditulis oleh Anas   
Jumat, 04 September 2009 00:00

Resources Development Centre (RDC) merupakan institusi yang berfungsi sebagai badan pelaksana. Hal ini tertuang dalam SK Ketua FPESD Jawa Tengah No. FPESD/585/04 tentang pendirian RDC pada tanggal 5 Agustus 2004.

rdiri dari pegawai sipil Propinsi Jawa tengah, pegawai swasta, dan tenaga ahli baik lokal maupun dari luar negeri atau domestik, atau kemungkinan dibantu oleh lembaga donor, termasuk staff dari lembaga tersebut.

Keberadaan RDC adalah sebagai badan pelaksana FPESD dengan memadukan pendekatan bottom up dan top down, serta FEDEP dan klaster sebagai basis dengan menggunakan pendekatan yang partisipatif. Badan ini, yang kemudian menggunakan jasa BDS (melalui kontrak dalam pelaksanaan program di lapangan), diharapkan mampu mempercepat pengembangan UKM; perbaikan kesempatan kerja; perbaikan kemitraan antara pemerintah, stakeholder, masyarakat, dan sektor swasta di Jawa Tengah.

Resouces Development Center (RDC) adalah suatu institusi yang didirikan guna melengkapi kinerja FPESD Jawa Tengah. RDC merupakan bagian dari FPESD dan berfungsi sebagai badan pelaksanan FPESD. Fokus RDC adalah sebagai berikut

  1. Pemberdayaan (Capacity Building) bagi pelaku usaha, khususnya klaster, FEDEP, dan asosiasi anggota FPESD serta anggota lain melalui fasilitasi dan pendampingan teknis (technical assistance). Peran RDC di sini yaitu mencoba dalam penggalian dana dari lembaga donor maupun pemerintah dalam kegiatan tertentu,

  2. Pendampingan (technical assistance) kepada Pemerintah Propinsi dan FEDEP untuk memperkuat dan meningkatkan daya saing wilayah melalui pengembangan pusat informasi / promosi,

  3. Pemerkuatan BDS (Business Development Center) yang memiliki beberapa efek positif, antara lain memperbaiki kualitas dalam pelatihan, konsultansi, serta konseling sebagaimana juga sebagai basis bagi organisasi pendukung yang ingin menyalurkan jasa bagi pengembangan klaster dan perluasan lapangan kerja,

  4. Membangun kemitraan antara pemerintah dan swasta (Public Private Partnership) melalui pemberdayaan (capacity building) dalam rangka pengembangan dan pemenuhan persyaratan untuk penggalian sumber dana dari lembaga donor.

 KAGIATAN RDC 2009

Kepala BPMD Kunjungi Klaster Padi Organik

Dalam rangka melihat lebih jauh kondisi Klaster Pertanian Padi organik yang terdapat di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, kepala BPMD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan pada Kamis, 25 Juni 2009 bersama rombongan staf BPMD Jawa Tengah. Image(618)

Rombongan melihat aktifitas masyarakat yang sangat beragam, dengan hamparan padi organik yang permintaan pasar, meskipun telah diupayakan peningkatan produksinya dari waktu ke waktu.

Image(619)Image(620)

Disamping melihat hamparan padi organik, Kepala BPMD, Bp. Agus Suryono juga mengunjungi Sekolah Global. Sekolah yang dikelola oleh masyarakat untuk belajar dan berdiskui tentang alam dan segenap sumber dayanya. Juga dikunjungi Lumbung padi, lumbung pupuk dan penyelepan padi yang masih berada dalam kawasan desa tersebut.

Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 04 September 2009 01:43 )
 
Hubungi Kami PDF Cetak Email
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 06 Januari 2009 04:25

FPESD JAWA TENGAH

Gedung Badan Penanaman Modal (GBPM) Provinsi Jawa Tengah lantai 3.

Jl. Mgr. Soegiopranoto No.1 Semarang

Telp. (024) 3583840

Email. This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it  

 
Klaster PDF Cetak Email
Ditulis oleh Anas   
Kamis, 01 Januari 2009 00:00

Klaster dalam dimensi usaha seringkali diartikan sebagai satu pengelompokan dari berbagai usaha. Forum Pengembangan Ekonomi dan Sumber Daya (FPESD) Jawa Tengah melihat klaster sebagai suatu konsentrasi geografis dari usaha yang saling berhubungan, dari usaha besar atau kecil yang mendukungnya. Klaster meningkatkan produktivitas dan membuat usaha menjadi pesaing yang lebih kuat. Klaster memberi perusahaan keadaan yang sesuai, seperti kelompok pekerja biasa, supplier khusus, service provider dan institusi yang berhubungan. Institusi - institusi yang yang berkaitan dengan akses pasar, promosi, penelitian dan inovasi, termasuk juga dan harus berada dalam klaster. Dalam konteks Jawa Tengah, terminologi ‘klaster’ seringkali digunakan dengan makna serangkaian industri serupa atau kerajinan, Klaster ini kemudian bisa digunakan untuk menaikkan dan mendorong kelompok usaha khusus. Seluruh kegiatan dalam klaster diintegrasikan penuh sepanjang mata rantai nilai. Sedangkan sasaran utama yang ingin dicapai dalam pengembangan klaster adalah peningkatan dan berkembangnya nilai tambah dari kegiatan paling hulu sampai kegiatan paling akhir dan mendorong kompetensi inti agar kompetitif. Konsep klaster melibatkan 4 elemen kunci:

a.Klaster

b.Nilai tambah (value added) dan mata rantai nilai (value chain)

c.Pemasok

d.Infrastruktur ekonomi

 

Contoh klaster di Indonesia

Beberapa industri di Indonesia telah terkonsentrasi secara geografis menjadi sebuah klaster.  Klaster tersebut:

a.Klaster industri kayu dan mebel di Jepara dan Klaten

b.Klaster pemrosesan/pembuatan logam di Klaten

c.Klaster tekstil/garmen di Bandung

d.Klaster pariwisata di Bali

e.Klaster kerajinan tangan dan barang-barang kulit di Yogyakarta

f.Klaster batik di Surakarta dan Pekalongan

 

Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 24 Maret 2009 07:43 )
 
Daftar FEDEP PDF Cetak Email
Ditulis oleh ANAS   
Kamis, 06 November 2008 02:15
Click disini to Download
Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 06 November 2008 02:38 )
 
Daftar BDS PDF Cetak Email
Ditulis oleh Anas   
Senin, 13 Oktober 2008 00:00
Daftar Business Development Service dapat anda download di sini
Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 13 Oktober 2008 04:41 )
 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Halaman 1 dari 13
RocketTheme Joomla Templates